Senin, 27 Mei 2013

Long Distance Love ( Part I)


Aku mengaguminya. Akan tetapi aku tak berani berkenalan dengannya. Dia kakak kelasku. Kakak kelas yang sangat aku impikan. Sangat aku kagumi. Begitu aku dambakan. Selalu kumimpikan disetiap tidur lelapku. Setiap bertemu dengannya, aku hanya bisa menunduk, tak berani menatapnya. Mungkin bagiku cinta itu sungkan untuk menatap.
               
Akan tetapi, keajaiban Tuhan berpihak padaku. Dia yang tak pernah mengenaliku, dia yang tak pernah menatapku, mengatakan jatuh cinta kepadaku. Sangat mustahil bagi siapa saja. Akan tetapi, kemustahilan tak akan nampak bila sudah menjadi nyata. Aku mencintainya, dan dia juga mencintaiku, itulah kebahagiaan yang berawal dari kemustahilan yang sekarang menjadi kenyataan.
                Aku dan Farhan kini berpacaran. Saling berbagi ceria sambil merajut benang cinta. Kisah aku dan dia akan membuat mereka semua iri. Bagaimana tidak? Aku yang hanya bisa mengagumi Farhan dalam diam, bisa bersama Farhan tanpa mendekati dia duluan.
                Namun, takdir berkata lain. Farhan telah menjalani Ujian Nasional dan setelah lulus, dia akan bekerja keluar kota. Aku kecewa. Aku sedih. Aku khawatir. Aku akan kehilangan. Aku tak sanggup jika hubungan kami harus dipisahkan dengan jarak. Aku tak pernah mengerti dengan arti Long Distance Relationship yang dikatakan orang-orang sekitarku. Aku tak akan pernah mau mengerti, tetapi itulah yang akan kualami dalam waktu dekat ini.
                “Aku nggak mau kehilangan kamu Han, jangan tinggalin aku sendiri disini”
                “Dita sayang, sekarang aku Tanya sama kamu, kamu bilang waktu aku nembak kamu, kamu udah lama nunggu aku kan? Nah, aku yakin kamu pasti bisa nunggu aku kembali kesini sayang”
                “Aku udah nggak mau lagi menunggu untuk yang kedua kalinya. Kamu fikir menunggu itu menyenangkan Han? aku berbicara pada sepi bahwa aku merindukan kamu, tapi sepi tak pernah bisa menghiburku. Aku tak mau mengulang masa itu. Jangan pergi Han”
                “Dita, aku tahu itu. Tapi, jika aku pergi dan bekerja menjalani kontrak kerja selama tiga tahun disana, aku janji akan pulang dan akan melamar kamu sayang”
                Aku terdiam. Aku berfikir. Aku tak boleh melarang Farhan pergi. Dia pergi juga untuk bekerja, dan setelah pulang dia akan menjadi milikku kembali. Tiba-tiba Farhan memelukku.
                “Aku pasti pulang untuk kamu sayang. Cuma raga aku yang pergi. Hati aku akan tetap berada disini. Besok aku akan berangkat, Dit”, Farhan mengecup keningku. Kutegarkan hati ini. Aku tahu aku bisa menunggu Farhan.
                “Jangan nakal sayang”, Aku menatap mata Farhan dalam-dalam. Berharap menemukan kesejukan dan ketenangan disana. Dalam hitungan jam, akan terbentang jarak antara mataku dan mata indah yang ada dihadapanku.
---
                Sudah dua tahun aku menjalani cinta jarak jauhku. Setahun ini aku bisa menghandle rindu yang hampir membunuhku. Kupikir, aku akan terbiasa dengan ini semua. Sudah 2/3 waktu kujalani bersama puing-puing rindu. Aku tahu aku hampir bisa menjalani semuanya. Sabar. Segalanya akan berakhir. Segalanya akan berakhir indah ketika bentangan jarak akan hilang diantara kami. Segalanya akan indah ketika jarinya dan jariku bisa bersatu kembali. Segalanya akan indah ketika matanya dan mataku bisa memandang tanpa ada jarak lagi. Aku tahu aku harus lebih sabar lagi menunggu berakhirnya cinta jarak jauh ini.

Bersambung ke : Long Distance Love ( Part II - END )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar