Aku
mengaguminya. Akan tetapi aku tak berani berkenalan dengannya. Dia kakak
kelasku. Kakak kelas yang sangat aku impikan. Sangat aku kagumi. Begitu aku
dambakan. Selalu kumimpikan disetiap tidur lelapku. Setiap bertemu dengannya,
aku hanya bisa menunduk, tak berani menatapnya. Mungkin bagiku cinta itu
sungkan untuk menatap.
Aku
dan Farhan kini berpacaran. Saling berbagi ceria sambil merajut benang cinta.
Kisah aku dan dia akan membuat mereka semua iri. Bagaimana tidak? Aku yang
hanya bisa mengagumi Farhan dalam diam, bisa bersama Farhan tanpa mendekati dia
duluan.
Namun,
takdir berkata lain. Farhan telah menjalani Ujian Nasional dan setelah lulus,
dia akan bekerja keluar kota. Aku kecewa. Aku sedih. Aku khawatir. Aku akan
kehilangan. Aku tak sanggup jika hubungan kami harus dipisahkan dengan jarak.
Aku tak pernah mengerti dengan arti Long Distance Relationship yang dikatakan
orang-orang sekitarku. Aku tak akan pernah mau mengerti, tetapi itulah yang
akan kualami dalam waktu dekat ini.
“Aku
nggak mau kehilangan kamu Han, jangan tinggalin aku sendiri disini”
“Dita
sayang, sekarang aku Tanya sama kamu, kamu bilang waktu aku nembak kamu, kamu
udah lama nunggu aku kan? Nah, aku yakin kamu pasti bisa nunggu aku kembali
kesini sayang”
“Aku
udah nggak mau lagi menunggu untuk yang kedua kalinya. Kamu fikir menunggu itu
menyenangkan Han? aku berbicara pada sepi bahwa aku merindukan kamu, tapi sepi
tak pernah bisa menghiburku. Aku tak mau mengulang masa itu. Jangan pergi Han”
“Dita,
aku tahu itu. Tapi, jika aku pergi dan bekerja menjalani kontrak kerja selama
tiga tahun disana, aku janji akan pulang dan akan melamar kamu sayang”
Aku
terdiam. Aku berfikir. Aku tak boleh melarang Farhan pergi. Dia pergi juga
untuk bekerja, dan setelah pulang dia akan menjadi milikku kembali. Tiba-tiba
Farhan memelukku.
“Aku
pasti pulang untuk kamu sayang. Cuma raga aku yang pergi. Hati aku akan tetap
berada disini. Besok aku akan berangkat, Dit”, Farhan mengecup keningku.
Kutegarkan hati ini. Aku tahu aku bisa menunggu Farhan.
“Jangan
nakal sayang”, Aku menatap mata Farhan dalam-dalam. Berharap menemukan
kesejukan dan ketenangan disana. Dalam hitungan jam, akan terbentang jarak antara
mataku dan mata indah yang ada dihadapanku.
---
Sudah
dua tahun aku menjalani cinta jarak jauhku. Setahun ini aku bisa menghandle
rindu yang hampir membunuhku. Kupikir, aku akan terbiasa dengan ini semua.
Sudah 2/3 waktu kujalani bersama puing-puing rindu. Aku tahu aku hampir bisa
menjalani semuanya. Sabar. Segalanya akan berakhir. Segalanya akan berakhir
indah ketika bentangan jarak akan hilang diantara kami. Segalanya akan indah
ketika jarinya dan jariku bisa bersatu kembali. Segalanya akan indah ketika
matanya dan mataku bisa memandang tanpa ada jarak lagi. Aku tahu aku harus
lebih sabar lagi menunggu berakhirnya cinta jarak jauh ini.
Bersambung ke : Long Distance Love ( Part II - END )
Bersambung ke : Long Distance Love ( Part II - END )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar