Ini sambungan dari : Kecewa II
“Lo nggak nyadar?”, Aku
mengernyitkan dahi. Mengambil sodoran bingkisan yang masih ditangan Riko, lalu
membuangnya jauh ketengah jalan raya. “Yang baru, BELLA!”, Kataku menekankan
kata Bella dikalimatku seraya berlalu pergi meninggalkan Riko pergi. Riko tak
langsung mengejarku. Dia berbalik berlawanan arah dariku. Sepertinya dia ingin
memungut bingkisan itu. Dan… bunyi yang keras sungguh membisingkan telingaku.
Aku berbalik arah, inigin melihat apa yang menyebabkan bunyi yang mengejutkan
itu. Sungguh pemandangan mengharukan. Riko.