“Hahaha”
Dia
masih saja memainkan hal konyol itu didepanku. Tertawa sendiri, asyik sendiri.
Kadang dia mencubit pipiku. Aku jengah dengan tingkahnya.
“Kok
nggak ditanggepin sih?”, Dia cemberut.
“Kamu
berisik tau nggak? Kamu nggak liat temen-temen pada belajar?”, Aku setengah
membentaknya. Namun kuusahakan volume suaraku tidak menembus indera pendengar
teman-temanku yang tengah asyik berkutat dengan buku pelajaran.