Sabtu, 22 Juni 2013

Kisah yang Tak Sempurna ( Part I )


Cinta memang tak selamanya bisa indah
Cinta juga bisa berubah menjadi sakit
Begitu yang kurasakan kini
Perih hatiku
Tinggl kehancuran
Mengapa sebagian orang tua membatasi setiap anak mereka dalam memilih pasangan hidup? Padahal yang menjalani rumah tangga nantinya, bukan mereka, melainkan kami. Banyak salah seorang dari pasangan kekasih harus berkorban. Rela berpisah dengan pasangannya hanya karena paksaan sang orang tua.
Mengapa cinta kami mesti dipisahkan karena orang tua? Mengapa cinta kami mesti dipisahkan karena hal yang sama sekali tidak logis? Apa salahku? Sudah bertahun-tahun mereka membiarkan kami merajut cinta, namun kini kami dipisahkan. Apa salahku, sehingga kalian calon mertuaku, tega memisahkan kami?
***
   
             “Gue galau nih. Yessy pacaran sama Ferdi. Padahal kan Yessy pdkt nya sama gue udah lama”, Sungutku pada Farid.
                “Elo sih bray, pdktnya lama banget, gak nembak-nembak. Cewek itu butuh kejelasan bray, bukan digantungin tanpa status gitu”
                “Iya sih. Salah gue juga sih. Tapi kok Ferdi tega-teganya nyerempet temen kayak gitu?”
                “Hahah, udahlah, awas lo ya gara-gara masalah cewek lo jadi berantem”
                “Ah enggak lah, gue mesti bermain sportif. Ciyeelllaaah”
                “Nah gitu dong. Mantaaap”
                “Eh Rid, gimana tuh elo sama siapa tuh namanya? Nayla ya?”
                “Ya Nayla. Yaa gitu deh Tom, gue belum berani nembak. Ngehehe”
                “Ah, elu, tadi nasehatin gue. Salah gue lah kelamaan nembak, cewek butuh kejelasan lah, apalah. Eh nyatanya elu juga belum nembak. Payah lu”, Aku menoyor kepala Farid.
                “Heheh, ntar deh, belum pas aja lagi waktunya bray”
                “Oke lah, terserah kata lu aja deh haha”
                Farid adalah salah satu teman sekelasku. Kami sama-sama mengincar cewek yang berbeda, namun aku lebih sial dibandingkan Farid. Karena cewek pdkt-an ku, keduluan sama Ferdi yang teman sekelasku. Aku memain-mainkan guling yang ada dipelukanku saat ini. Rasa kesal pada Ferdi memang ada, tapi aku mesti berhati besar untuk merelakan Yessy untuk temanku.
                Untuk menghilangkan kegalauan yang melandaku, aku memutuskan untuk membuka laptopku untuk online via facebook. Paling tidak, bisa ngajak cewek-cewek manis chatting denganku, fikirku. Benar saja, sekitar 5 menit aku online, ada cewek yang mengajakku chatting duluan. Namanya Nayla Azzahra. Foto profilnya cukup manis.
                “Ciyee yang lagi galau”, Itulah chat pertama Nayla masuk keinbox fbku.
                “Kok tau?”
                “Statusnya atuh haha. Elo sih, kelamaan nembak”
                “Maaf, kok tau masalahnya kalo gue kelamaan nembak? Lo temen gue ya? Hehe”
                “Aku temennya Yessy, satu sekolah kok sama kalian”
                “Oooh, elo pdkt-an nya si Farid ya? Haha”
                “Ah elo nih ya. Eh minta nomor hp lo dong Tom”
Nah, sejak saat itulah aku dan Nayla mulai dekat. Maksudnya, dekat sekedar untuk teman curhatku tantang masalah kegalauanku gara-gara temannya si Yessy. Nayla dengan senang hati menerima dan membalas smsku dengan memberikan solusi dan masukan yang membuat hatiku tenang. Sampai pada akhirnya, karena Nayla lah yang membuatku dapat melupakan Yessy. Akan tetapi, pada saat aku dapat melupakan Yessy, tiba-tiba terdengar kabar bahwa Yessy putus dengan Ferdi. Segera saja kutanyakan kebenaran kabar itu pada Nayla.
“Nay, bener ya Yessy putus?”, Aku mengirimkan pesan singkat itu pada Nayla.
“Iya bener Tom”
“Wah, ada kesempatan dong”
“Ya udah, tembak aja Tom, sebelum keduluan sama orang lagi”
“Iya lo bener Nay. Ajarin gue dong cara nembaknya”
“Maaf gue gak bisa. Sorry”
Tiba-tiba sms Nayla berubah denganku. Seperti ada yang salah dalam perkataanku. Aku tak sadar dan tidak tau sama sekali dimana kesalahnku. Biasanya dia selalu cari saran yang baik untuk kebaikanku.
“Kok smsnya gitu sih Nay?”
“Aku nggak mau kehilangan kamu, Tom”
Dan tiba-tiba sms Nayla tambah aneh. Aku jadi tidak enak dengan Farid. 2 minggu yang lalu, Farid jadian dengan Nayla. Meskipun Farid tahu aku juga dekat dengan Nayla, tapi Farid mempercayaiku bahwa aku dan Nayla hanya akan menjadi sahabat.
“Maaf Nay, maksud lo apa sih?”
“Jujur Tom, aku lebih nyaman sama kamu daripada sama Farid”.
Sejak aku menerima sms itu, aku tidak lagi membalas sms Nayla. Aku mesti menjaga jarak dengan Nayla. Aku tidak ingin menyakiti temanku sendiri, juga tak ingin membuat Nayla tambah menyukaiku.
“Tomi, plis hubungi aku kayak dulu lagi”
Tiba-tiba sms Nayla datang lagi setelah satu minggu lamanya kami sama-sama lost contact. Didalam sms Nayla, kini tidak ada lagi kata gue-elo. Aku bingung apa yang harus kuperbuat. Aku ingin tidak membalas sms Nayla, namun ternyata aku telah bahagia mendapatkan sms darinya lagi. Dan terlebih lagi, ternyata aku merindukannya hadir dalam hariku lagi.
“Tomi, aku udah putus kok sama Farid. Jadi kamu nggak usah khawatir gitu. Aku suka sama kamu Tom”
Aku benar-benar tidak menyangka Nayla akan senekad itu. jarang seorang cewek berani mengungkapkan perasaannya duluan terhadap seorang cowok. Dan sejak saat itu, aku dan Nayla pacaran. Awalnya, aku hanya tak ingin membuat dia kecewa karena aku menolaknya.
Namun seiring berjalannya waktu, aku mulai memiliki perasaan sayang lebih dari sekedar sayang seorang sahabat. Entah mengapa, ruang didalam fikiranku, hanya namanyalah yang memenuhinya. Aku selalu merindukannya, bahkan, bahkan aku ingin memilikinya lebih daripada ini. Dan sejak aku menyadari aku mulai mencintainya, aku mengurangi porsi jajanku demi mengumpulkan uang untuk membeli cincin tunangan. Agar bila kami lulus sekolah nanti, aku akan segera bertunangan dengannya dan tidak ada yang boleh mendekatinya lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar