Tampilkan postingan dengan label Cerita Bersambung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Bersambung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Juni 2013

Kisah yang Tak Sempurna ( Part III )

Baca dulu nih cerita sebelumnya : Kisah yang Tak Sempurna ( Part II )


Dua minggu setelah kejadian itu, hubunganku dengan Nayla berjalan normal seperti biasanya. Tak terasa hubungan kami sudah menginjak bulan ke-28 atau hari ke-840. Aku semakin sayang pada Nayla. Uangku pun sudah cukup untuk membelikan sepasang cincin tunangan untuk mengikat hubungan kami. Sepasang cincin didalam kotak merah kecil ini sebentar lagi akan kuberikan kepada kekasihku Nayla. Aku sudah tidak sabar menyematkan cincin ini dijari manis kirinya.

Kisah yang Tak Sempurna ( Part II )


Baca dulu nih cerita sebelumnya : Kisah yang Tak Sempurna ( Part I )

“Beh, kemaren ulang tahun Farid lo, mantan kamu. Kamu ngasih kado nggak? Hehe”, Aku mencoba membahas Farid. Lelaki yang pernah singgah dihatinya sebelum aku.
“Nggak beh, aku nggak ngasih kado”
“Lho, kenapa beh?”
“Aku nggak mau ngecewain kamu bibeh sayang”
“Makasih ya”, Aku tertegun atas ungkapannya yang barusan kudengar. Aku bangga memilikinya. Aku tersanjung atas cintanya, dan kesetiaanya dapat aku andalkan. Aku menjadi semakin yakin, bahwa dialah yang pantas untukku.
“Sama-sama. Beh, aku pulang dulu ya, ada janji sama bunda pengen kepasar”
“Iya deh beh, ayo”, Aku beranjak dari dudukku dan menghampiri sepeda motorku dan mengantarnya pulang kerumah.

Kisah yang Tak Sempurna ( Part I )


Cinta memang tak selamanya bisa indah
Cinta juga bisa berubah menjadi sakit
Begitu yang kurasakan kini
Perih hatiku
Tinggl kehancuran
Mengapa sebagian orang tua membatasi setiap anak mereka dalam memilih pasangan hidup? Padahal yang menjalani rumah tangga nantinya, bukan mereka, melainkan kami. Banyak salah seorang dari pasangan kekasih harus berkorban. Rela berpisah dengan pasangannya hanya karena paksaan sang orang tua.
Mengapa cinta kami mesti dipisahkan karena orang tua? Mengapa cinta kami mesti dipisahkan karena hal yang sama sekali tidak logis? Apa salahku? Sudah bertahun-tahun mereka membiarkan kami merajut cinta, namun kini kami dipisahkan. Apa salahku, sehingga kalian calon mertuaku, tega memisahkan kami?
***
   

Selasa, 28 Mei 2013

Long Distance Love (Part II - END)

Ini sambungan dari Long Distance Love ( Part I )

                       Di 6 bulan terakhir menuju kepulangannya kekota asalnya, dia jarang menghubungiku. Bahkan hanya untuk memberi kabar. Aku berusaha menepis pikiran-pikiran yang tak karuan diotakku. Mungkin dia sibuk. Itulah pikirku.

               

Senin, 27 Mei 2013

Long Distance Love ( Part I)


Aku mengaguminya. Akan tetapi aku tak berani berkenalan dengannya. Dia kakak kelasku. Kakak kelas yang sangat aku impikan. Sangat aku kagumi. Begitu aku dambakan. Selalu kumimpikan disetiap tidur lelapku. Setiap bertemu dengannya, aku hanya bisa menunduk, tak berani menatapnya. Mungkin bagiku cinta itu sungkan untuk menatap.
               

Senin, 29 April 2013

Kecewa III (END)


Ini sambungan dari : Kecewa II

“Lo nggak nyadar?”, Aku mengernyitkan dahi. Mengambil sodoran bingkisan yang masih ditangan Riko, lalu membuangnya jauh ketengah jalan raya. “Yang baru, BELLA!”, Kataku menekankan kata Bella dikalimatku seraya berlalu pergi meninggalkan Riko pergi. Riko tak langsung mengejarku. Dia berbalik berlawanan arah dariku. Sepertinya dia ingin memungut bingkisan itu. Dan… bunyi yang keras sungguh membisingkan telingaku. Aku berbalik arah, inigin melihat apa yang menyebabkan bunyi yang mengejutkan itu. Sungguh pemandangan mengharukan. Riko.
               

Kecewa II

Ini sambungan dari : Kecewa


Aku menghempaskan tubuhku keatas kasur terempukku. Rasanya lelah sekali setelah menguras otak selama 4 hari ini . tiba-tiba ditengah lamunanku, aku teringat ketika Riko menyalami tanganku. Rasanya aku ingin mengulang detik-detik itu. Aku tak tahu perasaan apa ini. Apakah aku sudah mulai jatuh cinta pada lelaki itu? Tidak mungkin kalau menurutku.
               

Selasa, 23 April 2013

Kecewa


                Sudah satu tahun aku menjajaki masa SMA. Kata orang, masa SMA adalah masa terindah. Dimana kisah kasih terjalin bahagia dimasa ini. Kisah asik dan unik persahabatan akan terasa disini. Mungkin benar bagi sebagian orang. Bagiku, entahlah… aku tak merasakan sesuatu yang special dimasa ini. Sama saja. Sama ketika aku memulai sekolah dari TK, SD, SMP, hingga menjajaki masa ini.
                Aku mempunyai teman. Bahkan bisa dikatakan banyak. Akan tetapi tak ada yang bisa menjadi pendengar setia seperti buku harianku. Tak ada yang bisa dijadikan tempat ternyaman ketika aku menangis seperti kasurku. Tak ada yang selalu disampingku ketika aku butuh pelukan selain gulingku. Aku banyak mempunyai teman, tetapi bukan sahabat. Aku banyak menemukan pria baik yang mengatakan dia menyukaiku, tetapi tak ku terima sebagai kekasihku.
               

Sabtu, 16 Februari 2013

Keping Mutiara II (END)




Ini sambungan dari  : Keping Mutiara


                Aku menatap lelaki yang ada dihadapanku saat ini. Manis, terlihat banyak cinta dan ketulusan saat dia menatapku, berbicara padaku, tersenyum untukku, dan sgalanya yang tlah dia lakukan untukku. Kini dia sedang menjelaskan tentang titrasi asam basa. Entahlah, aku tak mengerti pelajaran ini. Aku membenci kimia. Tapi aku berada dikelas ipa. Sebenarnya aku ingin masuk jurusan bahasa disekolah ini. Tapi sayang, angkatan kami, kelas Bahasa ditutup karena peminatnya sedikit. Terpaksa aku harus masuk kelas Ipa.
                Kembali ke Jerry, ya, Jerry sedang mengajariku tentang pelajaran yang sangat memusingkan ini. Sebentar lagi Ujian Nasional akan dilaksanakan. Terpaksa aku harus mempelajari pelajaran-pelajaran yang tak aku mengerti seperti ini semaksimal mungkin. Melihat Jerry mengajariku, aku jadi teringat Billy yang dengan sabar dan telatennya membimbingku agar aku bisa paham dengan pelajaran yang tak aku mengerti. Biasanya sekali-sekali Billy meraih tanganku dan menciumnya ketika aku masih tak mengerti dengan apa yang dijelaskannya. Ah… aku merindukan Billy yang mengajariku.
               

Rabu, 13 Februari 2013

Keping Mutiara



Maaf ya sayang, td ninggalin km pulang dluan. Td udh mw hujan, jdny ak cpet2 plang deh, ntar kehujanan. Hehe
From   : Billy
 




                      Hei, sebegitu nggak pentingnya kah aku? Ataukah dia yang terlalu egois? Dia ninggalin gue pulang duluan cuman karena takut kehujanan dijalan? Kalau hujan, kita kan bisa hujan-hujanan bareng sama-sama. Tapi kalau dia pulang duluan, dia nggak peduli sama gue yang kehujanan.