Senin, 29 April 2013

Kecewa III (END)


Ini sambungan dari : Kecewa II

“Lo nggak nyadar?”, Aku mengernyitkan dahi. Mengambil sodoran bingkisan yang masih ditangan Riko, lalu membuangnya jauh ketengah jalan raya. “Yang baru, BELLA!”, Kataku menekankan kata Bella dikalimatku seraya berlalu pergi meninggalkan Riko pergi. Riko tak langsung mengejarku. Dia berbalik berlawanan arah dariku. Sepertinya dia ingin memungut bingkisan itu. Dan… bunyi yang keras sungguh membisingkan telingaku. Aku berbalik arah, inigin melihat apa yang menyebabkan bunyi yang mengejutkan itu. Sungguh pemandangan mengharukan. Riko.
               
Kubaringkan Riko dipahaku. Aku menangis sejadinya. Kepala Riko penuh darah. Dia tertabrak truk yang melintas didepannya ketika Riko berusaha mengambil bingkisan yang kubuang.
                “Bella kemarin yang menemaniku mencari hadiah yang ada dibingkisan ini s..say..yang”, Riko membelai lembut pipiku. Tangannya tak sehangat tadi ketika tangannya dan tanganku saling berjabat. Dingin. Aku terkejut mendengar ungkapan itu. Ternyata aku salah paham dengan yang aku lihat kemarin. Riko memejamkan matanya. Dia menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuanku.
***
                Aku membuka bingkisan dari Riko. Isinya boneka dan tape recorder. Ditangan boneka itu, ada sebuah kaset. Aku mencoba memasukkan kaset itu kedalam tape recorder.
                “Untuk Friska Widyanti… makasih ya udah terima hadiahnya. Makasih banyak udah nyentuh bonekanya. Maaf ya kalau lo tidak suka. Inipun milihnya udah minta pilihin sama cewek biar pas gitu seleranya hehe. Oh iya, meskipun sayang gue nggak pernah lo terima, boleh dong boneka ini lo terima. Meskipin gue nggak pernah bisa nempatin posisi terbaik dihati lo, boleh dong kalo boneka ini nempatin posisi terbaik dikamar elo. Hehe. Makasih ya Fris, udah mau menerima kadonya. Bukan maksud untuk mengejar dan meminta perhatian kamu kok, cuman buat kenang-kenangan aja. Kali aja habis ini kita nggak bisa ketemu lagi. Ya kan? Hehe. Udah dulu ya Fris, takutnya gendang telinga lo rusak kepanjangan denger rekaman suara gue. Hahaha. El o ve e ye o u”
                Air mataku mengalir deras. Aku kecewa. akan tetapi aku tak tahu harus kecewa kepada siapa. Aku ingin kecewa kepada Riko yang terlalu cepat beranjak dari kehidupanku. Aku ingin kecewa pada Riko yang tak bisa lagi menyambut hatiku. Akan tetapi, aku juga kecewa kepada diriku sendiri yang terlalu tinggi hatinya selama ini mengabaikan perasaan Riko. Aku kecewa. namun harus kulampiaskan pada siapa? Sekarang aku hanya sendiri. Ditemani oleh kecewa yang tak bertepi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar