Ini sambungan dari : Kecewa II
“Lo nggak nyadar?”, Aku
mengernyitkan dahi. Mengambil sodoran bingkisan yang masih ditangan Riko, lalu
membuangnya jauh ketengah jalan raya. “Yang baru, BELLA!”, Kataku menekankan
kata Bella dikalimatku seraya berlalu pergi meninggalkan Riko pergi. Riko tak
langsung mengejarku. Dia berbalik berlawanan arah dariku. Sepertinya dia ingin
memungut bingkisan itu. Dan… bunyi yang keras sungguh membisingkan telingaku.
Aku berbalik arah, inigin melihat apa yang menyebabkan bunyi yang mengejutkan
itu. Sungguh pemandangan mengharukan. Riko.
Kubaringkan Riko dipahaku. Aku menangis sejadinya. Kepala Riko penuh darah. Dia tertabrak truk yang melintas didepannya ketika Riko berusaha mengambil bingkisan yang kubuang.
“Bella
kemarin yang menemaniku mencari hadiah yang ada dibingkisan ini s..say..yang”,
Riko membelai lembut pipiku. Tangannya tak sehangat tadi ketika tangannya dan
tanganku saling berjabat. Dingin. Aku terkejut mendengar ungkapan itu. Ternyata
aku salah paham dengan yang aku lihat kemarin. Riko memejamkan matanya. Dia menghembuskan
nafas terakhirnya dipangkuanku.
***
Aku
membuka bingkisan dari Riko. Isinya boneka dan tape recorder. Ditangan boneka
itu, ada sebuah kaset. Aku mencoba memasukkan kaset itu kedalam tape recorder.
“Untuk
Friska Widyanti… makasih ya udah terima hadiahnya. Makasih banyak udah nyentuh
bonekanya. Maaf ya kalau lo tidak suka. Inipun milihnya udah minta pilihin sama
cewek biar pas gitu seleranya hehe. Oh iya, meskipun sayang gue nggak pernah lo
terima, boleh dong boneka ini lo terima. Meskipin gue nggak pernah bisa
nempatin posisi terbaik dihati lo, boleh dong kalo boneka ini nempatin posisi
terbaik dikamar elo. Hehe. Makasih ya Fris, udah mau menerima kadonya. Bukan maksud
untuk mengejar dan meminta perhatian kamu kok, cuman buat kenang-kenangan aja. Kali
aja habis ini kita nggak bisa ketemu lagi. Ya kan? Hehe. Udah dulu ya Fris,
takutnya gendang telinga lo rusak kepanjangan denger rekaman suara gue. Hahaha.
El o ve e ye o u”
Air
mataku mengalir deras. Aku kecewa. akan tetapi aku tak tahu harus kecewa kepada
siapa. Aku ingin kecewa kepada Riko yang terlalu cepat beranjak dari
kehidupanku. Aku ingin kecewa pada Riko yang tak bisa lagi menyambut hatiku. Akan
tetapi, aku juga kecewa kepada diriku sendiri yang terlalu tinggi hatinya
selama ini mengabaikan perasaan Riko. Aku kecewa. namun harus kulampiaskan pada
siapa? Sekarang aku hanya sendiri. Ditemani oleh kecewa yang tak bertepi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar