Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Juli 2015

Jodoh Adalah Cerminan Diri



Kisah ini diambil dari drama disebuah acara stasiun televisi.

            Mobilku melaju menyusuri kota Banjarbaru yang masih rindang. Teman-teman pengusaha yang kuhubungi tidak dapat banyak memberikan harapan untuk perusahaanku. Aku memerlukan investor yang mempunyai modal banyak untuk menambah modal dan sumber daya manusia diperusahaan yang berusaha kubangun dari nol. Aku kira dengan faktor Indonesia memiliki penduduk yang besar (merupakan aset tenaga kerja dan pasar bagi produk yang dihasilkan) dan kekayaan alam yang banyak, dapat memudahkanku menemukan banyak investor, ternyata tidak semudah itu…

Selasa, 02 Juli 2013

Aku Melihat Cinta dimata Suamiku

Ini adalah hasil karyaku yang aku kirim di cerpenmu.com yang lolos moderasi pada tanggal 2 Juli 2013 dan menjadi cerpen pilihan dibulan Juli. Gak percaya? Nih aku kasih liat buktinya :)
#Recommended deh buat kalian baca juga :) Enjoy Reading yaa :)


                Berada diantara dua lelaki yang dicintai. Bahagia. Akan tetapi, aku harus memilih salah satu karena alasan tertentu. Cintaku sama besarnya. Aku tak mungkin memilih salah satu.  Karena memang tak ada yang pantas untuk dibuang. Aku tak sanggup jika harus hidup tanpa seorang diantara mereka. Mereka berperan sama untuk hidupku. Mencintaiku. Menyayangiku. Menjagaku. Bagaimana mungkin aku harus memilih salah satu diantara mereka?
               

Sabtu, 22 Juni 2013

Kisah yang Tak Sempurna ( Part III )

Baca dulu nih cerita sebelumnya : Kisah yang Tak Sempurna ( Part II )


Dua minggu setelah kejadian itu, hubunganku dengan Nayla berjalan normal seperti biasanya. Tak terasa hubungan kami sudah menginjak bulan ke-28 atau hari ke-840. Aku semakin sayang pada Nayla. Uangku pun sudah cukup untuk membelikan sepasang cincin tunangan untuk mengikat hubungan kami. Sepasang cincin didalam kotak merah kecil ini sebentar lagi akan kuberikan kepada kekasihku Nayla. Aku sudah tidak sabar menyematkan cincin ini dijari manis kirinya.

Kisah yang Tak Sempurna ( Part II )


Baca dulu nih cerita sebelumnya : Kisah yang Tak Sempurna ( Part I )

“Beh, kemaren ulang tahun Farid lo, mantan kamu. Kamu ngasih kado nggak? Hehe”, Aku mencoba membahas Farid. Lelaki yang pernah singgah dihatinya sebelum aku.
“Nggak beh, aku nggak ngasih kado”
“Lho, kenapa beh?”
“Aku nggak mau ngecewain kamu bibeh sayang”
“Makasih ya”, Aku tertegun atas ungkapannya yang barusan kudengar. Aku bangga memilikinya. Aku tersanjung atas cintanya, dan kesetiaanya dapat aku andalkan. Aku menjadi semakin yakin, bahwa dialah yang pantas untukku.
“Sama-sama. Beh, aku pulang dulu ya, ada janji sama bunda pengen kepasar”
“Iya deh beh, ayo”, Aku beranjak dari dudukku dan menghampiri sepeda motorku dan mengantarnya pulang kerumah.

Kisah yang Tak Sempurna ( Part I )


Cinta memang tak selamanya bisa indah
Cinta juga bisa berubah menjadi sakit
Begitu yang kurasakan kini
Perih hatiku
Tinggl kehancuran
Mengapa sebagian orang tua membatasi setiap anak mereka dalam memilih pasangan hidup? Padahal yang menjalani rumah tangga nantinya, bukan mereka, melainkan kami. Banyak salah seorang dari pasangan kekasih harus berkorban. Rela berpisah dengan pasangannya hanya karena paksaan sang orang tua.
Mengapa cinta kami mesti dipisahkan karena orang tua? Mengapa cinta kami mesti dipisahkan karena hal yang sama sekali tidak logis? Apa salahku? Sudah bertahun-tahun mereka membiarkan kami merajut cinta, namun kini kami dipisahkan. Apa salahku, sehingga kalian calon mertuaku, tega memisahkan kami?
***
   

Selasa, 28 Mei 2013

Long Distance Love (Part II - END)

Ini sambungan dari Long Distance Love ( Part I )

                       Di 6 bulan terakhir menuju kepulangannya kekota asalnya, dia jarang menghubungiku. Bahkan hanya untuk memberi kabar. Aku berusaha menepis pikiran-pikiran yang tak karuan diotakku. Mungkin dia sibuk. Itulah pikirku.

               

Senin, 27 Mei 2013

Long Distance Love ( Part I)


Aku mengaguminya. Akan tetapi aku tak berani berkenalan dengannya. Dia kakak kelasku. Kakak kelas yang sangat aku impikan. Sangat aku kagumi. Begitu aku dambakan. Selalu kumimpikan disetiap tidur lelapku. Setiap bertemu dengannya, aku hanya bisa menunduk, tak berani menatapnya. Mungkin bagiku cinta itu sungkan untuk menatap.
               

Senin, 18 Maret 2013

Baru Ku Pahami


                “Hahaha”
                Dia masih saja memainkan hal konyol itu didepanku. Tertawa sendiri, asyik sendiri. Kadang dia mencubit pipiku. Aku jengah dengan tingkahnya.
                “Kok nggak ditanggepin sih?”, Dia cemberut.
                “Kamu berisik tau nggak? Kamu nggak liat temen-temen pada belajar?”, Aku setengah membentaknya. Namun kuusahakan volume suaraku tidak menembus indera pendengar teman-temanku yang tengah asyik berkutat dengan buku pelajaran.
               

Sabtu, 16 Maret 2013

Cinta Pertama


                Aku menghempaskan tubuhku keatas kasur. Dikamar ini aku bebas melakukan apa saja. Selalu kamar ini yang menjadi saksi bisu atas segalanya yang pernah kulakukan disini. Berbicara sendiri, menangis sendiri, memukul-mukul guling, berbicara didepan cermin, dan hal-hal gila lainnya. Hanya kamar ini yang dapat mengerti mengapa aku melakukan hal-hal seperti itu.
           

Sabtu, 09 Februari 2013

Sayangi Ayah Kita :')


                “Tin, turun nak, nanti jatoh”
                “Ah nggak akan kok ma, Tina kan jago”
                “ Kalo nggak taurun juga, mama panggilin papa nih”, Seru Marni agak sedikit mengancam pada anaknya. Namun sepertinya Tina tak menghiraukan itu. Dia masih saja ashik memakan jambu yang ada dipohon yang sedang dinaikinya. Akhirnya Marni hanya bisa menggelengkan kepala.
                Tiba-tiba Surya datang mengahampiri Marni, istrinya yang sedang berdiri didepan pintu rumah itu,” Ada apa sih Ma?”.
                “Tuh liat anak cewek papa, dibilangin nggak nurut. Ntar kalo jatoh gimana? Kaya anak cowok saja manjat-manjat pohon”.
                “Duh, mama kalau ngomel gini cantik juga ya”, Kata Surya menggoda istrinya. Marni hanya mencibir.
                “Ciyeee mama sama papa. Ntar aja deh mesra-mesraannya dikamar. Disitu kan ketahuan Tina. Wee. Hahahaha”, Tina mengejek orang tuanya hingga tertawa puas terbahak-bahak.
                “Tina, kamu itu anak cewek lo, nggak boleh ketawa kayak gitu, udah manjat pohn, terus ketawa kayak gitu. Ntar papa operasi ganti jenis kelamin aja deh ya?”.
                “Iiiih papa, iya deh pa, Tina turun nih”, Kata Tina seraya berusaha untuk turun dari pohon jambu yang tengah ia tempati. Marni dan Surya tersenyum melihat Tina.
               

Minggu, 03 Februari 2013

Take Care of My Heart :)


            “Aku udah nggak bisa nerusin ini semua. Ini udah jadi keputusan yang matang buat aku. Aku rasa kamu pasti senang dengan ini semua”
            “Maafin aku Fel. Maaf karna aku telah banyak menyakiti kamu. Tapi apa kamu yakin ini adalah jalan tengah dan akan jadi jalan yang terbaik? Kasih aku kesempatan sekali lagi Fel, aku mohon. Aku akan memperbaiki semuanya”, Rio memohon dengan wajah yang memelas. Penuh harap. Penuh belas kasih. Wajah laki-laki ini. Wajah pria ini. Wajah seperti inilah yang selalu membuat hatiku luluh. Yang selalu membuat aku melupakan segala kesalahannya. Segala yang telah membuat aku sakit, hancur, dan terluka.
           

Sabtu, 02 Februari 2013

Kekasih Abadi

Angin malam membuat rambut lurus Putri yang tergerai menari-nari dibuatnya. Bahkan angin itu kini menusuk tulang belulang gadis itu. Tak ada yang peduli. Bahkan angin pun menyiksanya dalam kebisuan itu.
            Sejak kepergian Reno tujuh hari yang lalu, sejak itulah Putri kehilangan sebagian dari nafasnya., sebagian dari semangatnya. Dia telah membawa semua rasa cinta yang Putri miliki. Kini Putri tak punya cinta lagi. Rasa cintanya telah terkubur bersama jasadnya disana. Putri tak akan pernah bisa mencntai yang lain selain Reno. Putri merasa hidupnya tak ada gunanya lagi. Dia ingin ikut bersama Reno kesana. Kesurga sana…