Sabtu, 22 Juni 2013

Kisah yang Tak Sempurna ( Part II )


Baca dulu nih cerita sebelumnya : Kisah yang Tak Sempurna ( Part I )

“Beh, kemaren ulang tahun Farid lo, mantan kamu. Kamu ngasih kado nggak? Hehe”, Aku mencoba membahas Farid. Lelaki yang pernah singgah dihatinya sebelum aku.
“Nggak beh, aku nggak ngasih kado”
“Lho, kenapa beh?”
“Aku nggak mau ngecewain kamu bibeh sayang”
“Makasih ya”, Aku tertegun atas ungkapannya yang barusan kudengar. Aku bangga memilikinya. Aku tersanjung atas cintanya, dan kesetiaanya dapat aku andalkan. Aku menjadi semakin yakin, bahwa dialah yang pantas untukku.
“Sama-sama. Beh, aku pulang dulu ya, ada janji sama bunda pengen kepasar”
“Iya deh beh, ayo”, Aku beranjak dari dudukku dan menghampiri sepeda motorku dan mengantarnya pulang kerumah.

Sepulang dari rumah, aku tidak langsung pulang melainkan mampir dulu kerumah Farid. Aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun padanya.
“Hey bro, selamat ulang tahun dulu nih bro”
“Ets, makasih ya bro. masuk dulu Tom”
“Makasih, pengertian banget sih lo panas-panas gini disuruh masuk terus disediain minuman gini”
“Kewajiban kan Tom, kita menjamu tamu. Hahah. Eh, dateng dari mana lo?”
”Abis nganterin Nayla Rid”
“Oh. Eh ngomong-ngomong Nayla, makasih ya lo udah ngizinin pacar lo ngasih kado ke gue. Nih kadonya”, Tanpa mimik bersalah, Farid menunjukkan jam tangan yang melingkar manis ditangannya. Dan aku tersentak ketika melihat jam tangan itu. Jam tangan itu, sama persis dengan jam yang Nayla berikan padaku saat ulang tahunku dua minggu yang lalu. Dan saat ini, jam tangan itu tengah terpajang ditangan kiriku. Aku berusaha melepas jam tanganku tanpa sepengetahuan Farid.
“Ah santai aja Rid, gapapa kok”, Aku berusaha tidak menampakkan tampang mencurigakan pada Farid. Ah, padahal hatiku sangat kecewa saat itu.
***
Aku membuka list contact dihandphoneku. Aku mencari nama Nayla Azzahra disana. Dan… dapat! Langsung saja kutekan tombol call.
“Halo beh, kok baru nelpon sih?”
“Nay, ada yang disembunyiin gak dari aku?”
“Maksud kamu apa sih beh, kita kan selalu sama-sama terbuka”
“Masalah kado?”, Nay sempat terdiam beberapa detik setelah mendengar kata ‘kado’ dariku.
“Maaf”
“Cuma maaf?”
“Ya terus apa lagi?”
“Kenapa nggak coba menjelaskan? Kenapa kamu bohong sama aku? Coba aja kalo kamu jujur aku nggak bakalan sesakit dan sekecewa ini Nay!”
“Maaf”
Aku mendesah. Aku muak dengan reaksinya. Hanya kata maaf tanpa buntut-buntut kalimat penjelasan? Ah, shit! Aku mematikan telpon saat itu juga.
Seminggu lamanya, aku tidak pernah menanggapi sms-sms Nayla. Aku terlanjur sangat kecewa dengan kebohongannya. Namun, segenap rindu yang datang selalu menghantuiku untuk menerima Nayla kembali masuk dalam kehidupanku. Entah malaikat apa yang merasukiku, aku dapat menghapus semua rasa kecewaku pada Nayla.
Entah sejak kapan, aku kembali berhubungan dengan Nayla seolah dihari kemarin tak pernah terjadi apa-apa diantara kami. Bahkan, akibat rindu yang tertumpuk, aku malah tambah sayang dengan gadis ini.
***
“Tomi, kamu cepetan kerumah deh. Sekarang juga temuin ayah. Orang tua aku ingin ngejodohin aku sama anak temennya ayah. Aku nggak mau Tom, pokonya, tolong lakuin sesuatu Tom”, Tiba-tiba perkataan Nayla diseberang sana membuatku sesak. Aku berusaha bersikap tenang dan menenangkan Nayla. Setelah menenangkan Nayla, aku segera bersiap-siap kerumah Nayla.
“Bapak, ibu, saya sudah mendengar masalah perjodohan Nayla. Sebenarnya apa salah Tomi pak, bu, sehingga bapak sama ibu mengambil keputusan sepihak kaya gini? Saya berjanji pak, bu, saya akan menikahi Nayla kok kalau saya sudah memungkinkan untuk menikah nanti. Kami berdua sama-sama mencintai”, Aku berusaha berbicara sopan dengan emosi yang tertahan pada ayah dan bundanya Nayla.
“Tuh kan bun, setiap anak-anak tuh kalo zaman sekarang mesti ditanya dulu dia sudah punya atau belum”, Ujar ayah Nayla pada sang istri. “Ya sudah Tomi, kami akan membatalkan semuanya”, Ayah Nayla memandangku dengan senyum yang mengembang dibibirnya. Aku mendesah, aku bersyukur akhirnya tanpa kesulitan apapun aku bisa menghadapi dan menyelesaikan masalah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar