Ini sambungan dari Long Distance Love ( Part I )
Di 6 bulan terakhir menuju kepulangannya kekota asalnya, dia jarang menghubungiku. Bahkan hanya untuk memberi kabar. Aku berusaha menepis pikiran-pikiran yang tak karuan diotakku. Mungkin dia sibuk. Itulah pikirku.
Akan tetapi, aku tak tahan dengan semuanya. Sudah dua minggu dia mengabaikanku. Aku mengirimkan satu pesan singkat keponselnya.
Di 6 bulan terakhir menuju kepulangannya kekota asalnya, dia jarang menghubungiku. Bahkan hanya untuk memberi kabar. Aku berusaha menepis pikiran-pikiran yang tak karuan diotakku. Mungkin dia sibuk. Itulah pikirku.
Akan tetapi, aku tak tahan dengan semuanya. Sudah dua minggu dia mengabaikanku. Aku mengirimkan satu pesan singkat keponselnya.
Aku udh sabar. Sabar bgt nngguin
kabar kamu.
kmu kmna aja sih nggk ada kbarny gtu?
jgn bkin aku khwtir gni dong yang. Plis hub
aku…
kmu kmna aja sih nggk ada kbarny gtu?
jgn bkin aku khwtir gni dong yang. Plis hub
aku…
Tak lama setelah kukirimkan pesan singkat
itu, tiba-tiba Farhan menelponku. Aku bahagia. Aku tahu Farhan tak akan
meninggalkanku begitu saja.
“Sayang, kamu kemana aja sih 2 minggu ini?
Kamu tahu, aku kangen banget sama kamu. Kamu kok nggak ada kabar? Kamu sibuk?
Atau kamu udah lupa sama aku?”, Aku langsung saja bicara panjang lebar padanya.
“Ehm Dita, sorry ya aku nggak ada kabar”
“Iya, nggak papa. Jangan diulangi lagi ya,
aku khawatir”
“Dita, aku sudah dimiliki seseorang
disini. Kuharap kamu mengerti”
Deg! Begitu teganya Farhan bicara seperti
itu padaku. Air mata mengucur deras dipipiku. Aku seperti bermimpi. Aku tak
percaya dia menginjak-nginjak kesetiaan dan kepercayaan yang telah kuberikan
padanya.
Aku
tau ini semua tak adil
Aku tahu ini sudah terjadi
Mau bilang apa aku tak sanggup
Air matapun tak lagi mau menetes
…
Sandiwara apa yang tlah kau lakukan kepadaku?
…
Mungkin ini jalan engkau mau
Mungkin ini jalan yang kau inginkan
…
Jika nanti aku yang harus pergi,
Kuterima, walau sakit hati…
Aku tahu ini sudah terjadi
Mau bilang apa aku tak sanggup
Air matapun tak lagi mau menetes
…
Sandiwara apa yang tlah kau lakukan kepadaku?
…
Mungkin ini jalan engkau mau
Mungkin ini jalan yang kau inginkan
…
Jika nanti aku yang harus pergi,
Kuterima, walau sakit hati…
“Oke, fine. Makasih semuanya sayang.
Semoga kamu dan dia bahagia”, Aku mencoba menjawab pertanyaannya dengan tegar.
Aku tak ingin terdengar lemah. Aku tahu aku kuat. Sebelumnya aku juga hidup
tanpa dia, dan sekarang aku harus kembali terbiasa tanpa dia.
---
Aku sudah belajar
tentang kepercayaan dan kesetiaan. Sekarang aku harus belajar tentang
keikhlasan. Aku tau tak semua cinta jarak jauh akan berakhir seperti ini. Namun,
aku juga percaya tentang pengkhianatan. Dimana ada putih, disana ada hitam.
Dimana ada suka, disana juga ada duka. Dimana ada setia, disana pasti ada
khianat.
Tak pernah
kusesali aku mengaguminya, bahkan mencintainya. Toh, jika aku menyesal, tak akan
memperbaiki keadaan yang sudah terjadi. Jarak diantara aku dan dia telah
terhapus. Akan tetapi, seiring terhapusnya jarak diantara kami, ikatan kami
telah terputus. Berakhirlah kisah Long Distance Love yang kujalani. Akan
kuperbaiki kepingan hancurnya hatiku untuk menyongsong cinta yang lebih baik
yang telah menghadangku. Selamat berbahagia bekas pacarku, selamat menjalani
hari tanpa aku, pacar seseorang yang jauh disana :’)
ijin copasnya boleh ga mbaknya ?
BalasHapus