Selasa, 28 Mei 2013

Long Distance Love (Part II - END)

Ini sambungan dari Long Distance Love ( Part I )

                       Di 6 bulan terakhir menuju kepulangannya kekota asalnya, dia jarang menghubungiku. Bahkan hanya untuk memberi kabar. Aku berusaha menepis pikiran-pikiran yang tak karuan diotakku. Mungkin dia sibuk. Itulah pikirku.

               
Akan tetapi, aku tak tahan dengan semuanya. Sudah dua minggu dia mengabaikanku. Aku mengirimkan satu pesan singkat keponselnya.
Aku udh sabar. Sabar bgt nngguin kabar kamu.
kmu kmna aja sih nggk ada kbarny gtu?
jgn bkin aku khwtir gni dong yang. Plis hub
aku…
                      Tak lama setelah kukirimkan pesan singkat itu, tiba-tiba Farhan menelponku. Aku bahagia. Aku tahu Farhan tak akan meninggalkanku begitu saja.
“Sayang, kamu kemana aja sih 2 minggu ini? Kamu tahu, aku kangen banget sama kamu. Kamu kok nggak ada kabar? Kamu sibuk? Atau kamu udah lupa sama aku?”, Aku langsung saja bicara panjang lebar padanya.
“Ehm Dita, sorry ya aku nggak ada kabar”
“Iya, nggak papa. Jangan diulangi lagi ya, aku khawatir”
“Dita, aku sudah dimiliki seseorang disini. Kuharap kamu mengerti”
Deg! Begitu teganya Farhan bicara seperti itu padaku. Air mata mengucur deras dipipiku. Aku seperti bermimpi. Aku tak percaya dia menginjak-nginjak kesetiaan dan kepercayaan yang telah kuberikan padanya.
Aku tau ini semua tak adil
Aku tahu ini sudah terjadi
Mau bilang apa aku tak sanggup
Air matapun tak lagi mau menetes

Sandiwara apa yang tlah kau lakukan kepadaku?

Mungkin ini jalan engkau mau
Mungkin ini jalan yang kau inginkan

Jika nanti aku yang harus pergi,
Kuterima, walau sakit hati…
“Oke, fine. Makasih semuanya sayang. Semoga kamu dan dia bahagia”, Aku mencoba menjawab pertanyaannya dengan tegar. Aku tak ingin terdengar lemah. Aku tahu aku kuat. Sebelumnya aku juga hidup tanpa dia, dan sekarang aku harus kembali terbiasa tanpa dia.
---
                Aku sudah belajar tentang kepercayaan dan kesetiaan. Sekarang aku harus belajar tentang keikhlasan. Aku tau tak semua cinta jarak jauh akan berakhir seperti ini. Namun, aku juga percaya tentang pengkhianatan. Dimana ada putih, disana ada hitam. Dimana ada suka, disana juga ada duka. Dimana ada setia, disana pasti ada khianat.
                Tak pernah kusesali aku mengaguminya, bahkan mencintainya. Toh, jika aku menyesal, tak akan memperbaiki keadaan yang sudah terjadi. Jarak diantara aku dan dia telah terhapus. Akan tetapi, seiring terhapusnya jarak diantara kami, ikatan kami telah terputus. Berakhirlah kisah Long Distance Love yang kujalani. Akan kuperbaiki kepingan hancurnya hatiku untuk menyongsong cinta yang lebih baik yang telah menghadangku. Selamat berbahagia bekas pacarku, selamat menjalani hari tanpa aku, pacar seseorang yang jauh disana :’)

1 komentar: