Sabtu, 23 Februari 2013

-_____-

24 Februari 2013 - ini udah satu bulan berlalu ya, ultah gue yang sweet seventeen :D
Besok tanggal 25 Februari Try Out ke-3 dimulai lagi. Baru satu minggu ngelewatin masa-masa tenang dirumah selepas try out ke-2. Mulai hari ini harus belajar dan belajar LAGI.
Jujur nih yee, gue udah capeee banget ngehadapin ini semua. Apalagi dengan yang katanya UN nanti DUA PULUH PAKET SOAL! bisa kebayang? yang try out satu paket aja alias satu kelas sama soalnya, gue masih garuk-garuk kepala ngeliatin soal. apalagi yang 20 paket soal! gak bisa tukeran pendapat dong?
Lebih parahnya lagi pemirsa (eh saya masuk tipi yak?) Lebih parahnya lagi nih the readers :D, gue kok makin males aja ya sama yang namanya belajar. Ngeliat buku Detik-Detiknya aja langsung kabur, apalagi ngebuka bukunya buat dibaca? -_- (jangan ditiru ya, adegan ini hanya dilakukan oleh para ahlinya saja)
Akan tetapi, anehnya... Gue kok suka ngiri ya kalo liat orang belajar? kalo liat orang yang lagi belajar, rasanya pengen gue ambil tuh bukunya. Trus, gue bakar. wkwk :D (jahat banget masya Allah) -_-
Padahal kan, kalo ngiri, gue harusnya ngikutin juga belajar, tapi kok malah __________-
Ya Allaaaaaahhh... percepatlah waktu menuju tanggal (lupa tanggal terlaksana UN) April 2013. Biar semua penderitaan ini berakhir Ya Allah. Saya sudah lelah memikirkan masalah-masalah yang berbau-bau pelajaran dan "UN"! Semoga saja ada syafa'at nantinya pas ngejalanin UN itu. wallahua'lambisshowwab laah..cemogacaja._.
ets, setelah UN, penderitaan belum benar-benar berakhir. Masih ada tes SNMPTN yang katanya lebih sulit daripada soal UN. AAAAAAAAAAA~~~ STRESS tingkat Internasional. kalo aja mata lo lo pada bisa ngeliat hal-hal yang tidak kasat mata, mungkin kalian akan ngeliat asap keluar dari kepala gue!

Harapan Palsu!


Aku tak mengerti
Dan aku tak bisa mengerti
Bagaimana jalan fikiranmu
Dimana hati nuranimu

Berkali-kali kau menusukku
Bukan dgn sebuah pedang ataupun belati
Tetapi hanya dengan sepasang tatapan mata sayu
Yang dapaat membuatku beku dialam hati

Kau buatku tersenyum
Kau juga yang membuatku menangis
Kau yang menyembuhkan lukaku
Kau juga yang kembali torehkan luka itu

Bersama dengan siulan jangkrik dimlam ini
Ku tersenyum mengngat bahagia yang pernah kau beri
Tapi bersama dengan gelap malam ini pula
Aku menangis mengingat pedih yang kau tanamkan dihatiku!

Pergi~


Bila kau datang lagi padaku
Dan kau mengucapkan sayang seperti dulu
Maka jangan pernah salahkan aku
Jika cintaku telah berpaling darimu

Bila kau datang lagi padaku
Memberi sejuta harapan yang pernah kau beri dulu
Maka jangan salahkan aku
Bahwa aku tak pernah mengharappkan itu lagi darimu

Bukan karna hatiku SANGGUP mencari yang LAIN
Bukan karna hatiku MUDAH MELUPAKANMU
Tapi karna hati ini sudah tak sanggup lagi menampung segala macam bentuk luka
Tak tahan jika serpihan hati ini terus mengharapkan ketulusan abadi

Tetap Disini :)

Seperti awan yang bergantung pada langit
Seperti asap yang slalu hadir disaat ada api
Tanpamu hadirku kan sulit
Tanpamu bahagiaku kan menepi

Tetaplah menjadi langit untukku
Menjadi tempat untukku berlindung
Tetaplah menjadi api bagikuYang selalu kobarkan semangat didalam hidupku

Tetaplah genggam erat tanganku
Agar ku selalu merasa tenang bersamamu
Tetaplah disini merangkulku
Membimbingku menuju bahagia dunia hingga akhiratku

Sabtu, 16 Februari 2013

Tanpamu...

Cobalah tatap mataku
karna dengan menatap mataku,
kau dapat menilai seberapa tulus cintaku
seberapa dalam perasaanku.

Sejujurnya jika kau benar-benar mengerti
kau dapat membaca semua dari pancaran mataku
yang kian menatapmu dalam kebisuan,
yang kian memandangmu ketika berbicara kepadamu

Harusnya kau tahu betapa bahagianya aku keytika berada disampingmu
ketika aku berada didekatmu
Ingin sekali ku hentikan waktu yang sedang berputar bila bersamamu
sungguh gelisah hati ini jika rga kita terpaut jauh.
Namamu,
Wjahmu,
Senyummu,
Suaramu,
Semuanya menari-nari dalam relung pikiranku
Bukan setiap detik, menit, atau jam.
Tapi setiap wakktu.
Tak pernah hilang,
Tak pernah pudar.
Semua tentangmu slalu ada dibenakku.

Kadang ku bertanya pada diriku
Mampukah aku jika tanpamu?
kurasa jawabnya, "Senyumpun ku takkan bisa"

Rinduku

Saat langit malam menyingsingkan busananya
Mentari pun terbangun dari keterlelapannya
Rasa itu kini smakin menyelinap dalam jiwa
Rasa rindu yang mampu sesakkan dada

Ingiin skali ku kubur raasa itu
Namun hati takkan pernah bisa pungkiri
Rasa rindu yang semakin menjadi satu
kini smakin resahkan hati

Ingin skali rasanya aku berlari dari rasa itu
Namun urat saraf dikaki ku sudah tak mampu lagi
aku semakin lesu
dan aku smakin letih karna rindu ini

ingin skali aku melihatmu
walau hanya sekejap
namun itu akan menjadi pengobat rindu
agar bila malam tiba nanti, aku dapat kembali terlelap

Keping Mutiara II (END)




Ini sambungan dari  : Keping Mutiara


                Aku menatap lelaki yang ada dihadapanku saat ini. Manis, terlihat banyak cinta dan ketulusan saat dia menatapku, berbicara padaku, tersenyum untukku, dan sgalanya yang tlah dia lakukan untukku. Kini dia sedang menjelaskan tentang titrasi asam basa. Entahlah, aku tak mengerti pelajaran ini. Aku membenci kimia. Tapi aku berada dikelas ipa. Sebenarnya aku ingin masuk jurusan bahasa disekolah ini. Tapi sayang, angkatan kami, kelas Bahasa ditutup karena peminatnya sedikit. Terpaksa aku harus masuk kelas Ipa.
                Kembali ke Jerry, ya, Jerry sedang mengajariku tentang pelajaran yang sangat memusingkan ini. Sebentar lagi Ujian Nasional akan dilaksanakan. Terpaksa aku harus mempelajari pelajaran-pelajaran yang tak aku mengerti seperti ini semaksimal mungkin. Melihat Jerry mengajariku, aku jadi teringat Billy yang dengan sabar dan telatennya membimbingku agar aku bisa paham dengan pelajaran yang tak aku mengerti. Biasanya sekali-sekali Billy meraih tanganku dan menciumnya ketika aku masih tak mengerti dengan apa yang dijelaskannya. Ah… aku merindukan Billy yang mengajariku.