Saat langit malam menyingsingkan busananya
Mentari pun terbangun dari keterlelapannya
Rasa itu kini smakin menyelinap dalam jiwa
Rasa rindu yang mampu sesakkan dada
Ingiin skali ku kubur raasa itu
Namun hati takkan pernah bisa pungkiri
Rasa rindu yang semakin menjadi satu
kini smakin resahkan hati
Ingin skali rasanya aku berlari dari rasa itu
Namun urat saraf dikaki ku sudah tak mampu lagi
aku semakin lesu
dan aku smakin letih karna rindu ini
ingin skali aku melihatmu
walau hanya sekejap
namun itu akan menjadi pengobat rindu
agar bila malam tiba nanti, aku dapat kembali terlelap
Mentari pun terbangun dari keterlelapannya
Rasa itu kini smakin menyelinap dalam jiwa
Rasa rindu yang mampu sesakkan dada
Ingiin skali ku kubur raasa itu
Namun hati takkan pernah bisa pungkiri
Rasa rindu yang semakin menjadi satu
kini smakin resahkan hati
Ingin skali rasanya aku berlari dari rasa itu
Namun urat saraf dikaki ku sudah tak mampu lagi
aku semakin lesu
dan aku smakin letih karna rindu ini
ingin skali aku melihatmu
walau hanya sekejap
namun itu akan menjadi pengobat rindu
agar bila malam tiba nanti, aku dapat kembali terlelap
Tidak ada komentar:
Posting Komentar