Barusan abis nonton rekaman video drumband waktu di MANDA. Rasanya
pengen banget ngulang masa-masa itu. Masa itu adalah masa terindah. Ekskul
drumband adalah bumbu penyedap dimasa SMAku. Penghilang stress saat bisa
memainkan alat-alat music itu bersamaan dengan teman-teman. Bisa belajar
bersama dengan teman-teman, bercanda bersama dengan pelatih, serta dihukum
bersama saat melakukan kesalahan. :’)
Yang saya tulis adalah yang kamu baca. Yang saya tulis bukan berarti yang saya rasa. Yang kamu baca, bukan berarti pula yang kamu rasa. Yang pasti, tulisan adalah catatan bahwa saya pernah hidup dimasa lalu :)
Sabtu, 18 Januari 2014
Selasa, 02 Juli 2013
Aku Melihat Cinta dimata Suamiku
Ini adalah hasil karyaku yang aku kirim di cerpenmu.com yang lolos moderasi pada tanggal 2 Juli 2013 dan menjadi cerpen pilihan dibulan Juli. Gak percaya? Nih aku kasih liat buktinya :)
#Recommended deh buat kalian baca juga :) Enjoy Reading yaa :)
#Recommended deh buat kalian baca juga :) Enjoy Reading yaa :)
Berada
diantara dua lelaki yang dicintai. Bahagia. Akan tetapi, aku harus memilih
salah satu karena alasan tertentu. Cintaku sama besarnya. Aku tak mungkin
memilih salah satu. Karena memang tak
ada yang pantas untuk dibuang. Aku tak sanggup jika harus hidup tanpa seorang
diantara mereka. Mereka berperan sama untuk hidupku. Mencintaiku. Menyayangiku.
Menjagaku. Bagaimana mungkin aku harus memilih salah satu diantara mereka?
Sabtu, 22 Juni 2013
Kisah yang Tak Sempurna ( Part III )
Baca dulu nih cerita sebelumnya : Kisah yang Tak Sempurna ( Part II )
Dua minggu
setelah kejadian itu, hubunganku dengan Nayla berjalan normal seperti biasanya.
Tak terasa hubungan kami sudah menginjak bulan ke-28 atau hari ke-840. Aku
semakin sayang pada Nayla. Uangku pun sudah cukup untuk membelikan sepasang
cincin tunangan untuk mengikat hubungan kami. Sepasang cincin didalam kotak
merah kecil ini sebentar lagi akan kuberikan kepada kekasihku Nayla. Aku sudah
tidak sabar menyematkan cincin ini dijari manis kirinya.
Kisah yang Tak Sempurna ( Part II )
Baca dulu nih cerita sebelumnya : Kisah yang Tak Sempurna ( Part I )
“Beh, kemaren
ulang tahun Farid lo, mantan kamu. Kamu ngasih kado nggak? Hehe”, Aku mencoba
membahas Farid. Lelaki yang pernah singgah dihatinya sebelum aku.
“Nggak beh, aku
nggak ngasih kado”
“Lho, kenapa
beh?”
“Aku nggak mau
ngecewain kamu bibeh sayang”
“Makasih ya”,
Aku tertegun atas ungkapannya yang barusan kudengar. Aku bangga memilikinya.
Aku tersanjung atas cintanya, dan kesetiaanya dapat aku andalkan. Aku menjadi
semakin yakin, bahwa dialah yang pantas untukku.
“Sama-sama. Beh, aku pulang dulu
ya, ada janji sama bunda pengen kepasar”
“Iya deh beh,
ayo”, Aku beranjak dari dudukku dan menghampiri sepeda motorku dan mengantarnya
pulang kerumah.
Kisah yang Tak Sempurna ( Part I )
Cinta memang tak
selamanya bisa indah
Cinta juga bisa berubah menjadi sakit
Cinta juga bisa berubah menjadi sakit
Begitu
yang kurasakan kini
Perih
hatiku
Tinggl
kehancuran
Mengapa sebagian
orang tua membatasi setiap anak mereka dalam memilih pasangan hidup? Padahal
yang menjalani rumah tangga nantinya, bukan mereka, melainkan kami. Banyak
salah seorang dari pasangan kekasih harus berkorban. Rela berpisah dengan
pasangannya hanya karena paksaan sang orang tua.
Mengapa cinta
kami mesti dipisahkan karena orang tua? Mengapa cinta kami mesti dipisahkan
karena hal yang sama sekali tidak logis? Apa salahku? Sudah bertahun-tahun
mereka membiarkan kami merajut cinta, namun kini kami dipisahkan. Apa salahku,
sehingga kalian calon mertuaku, tega memisahkan kami?
***
Selasa, 28 Mei 2013
Long Distance Love (Part II - END)
Ini sambungan dari Long Distance Love ( Part I )
Di 6 bulan terakhir menuju kepulangannya kekota asalnya, dia jarang menghubungiku. Bahkan hanya untuk memberi kabar. Aku berusaha menepis pikiran-pikiran yang tak karuan diotakku. Mungkin dia sibuk. Itulah pikirku.
Di 6 bulan terakhir menuju kepulangannya kekota asalnya, dia jarang menghubungiku. Bahkan hanya untuk memberi kabar. Aku berusaha menepis pikiran-pikiran yang tak karuan diotakku. Mungkin dia sibuk. Itulah pikirku.
Senin, 27 Mei 2013
Long Distance Love ( Part I)
Aku
mengaguminya. Akan tetapi aku tak berani berkenalan dengannya. Dia kakak
kelasku. Kakak kelas yang sangat aku impikan. Sangat aku kagumi. Begitu aku
dambakan. Selalu kumimpikan disetiap tidur lelapku. Setiap bertemu dengannya,
aku hanya bisa menunduk, tak berani menatapnya. Mungkin bagiku cinta itu
sungkan untuk menatap.
Langganan:
Postingan (Atom)
