Angin malam membuat rambut lurus Putri yang tergerai
menari-nari dibuatnya. Bahkan angin itu kini menusuk tulang belulang
gadis itu. Tak ada yang peduli. Bahkan angin pun menyiksanya dalam
kebisuan itu.
Sejak kepergian Reno tujuh hari yang lalu, sejak itulah Putri kehilangan sebagian dari nafasnya., sebagian dari semangatnya. Dia telah membawa semua rasa cinta yang Putri miliki. Kini Putri tak punya cinta lagi. Rasa cintanya telah terkubur bersama jasadnya disana. Putri tak akan pernah bisa mencntai yang lain selain Reno. Putri merasa hidupnya tak ada gunanya lagi. Dia ingin ikut bersama Reno kesana. Kesurga sana…
Pagi itu Reno datang
menjemput Putri seperti biasanya. Hari itu tepat satu tahun mereka
menjalin hubungan asmara. Putri merasa sangat-sangat menyayangi Reno
hari itu, entah mengapa. Seperti biasa, dihari-hari sebelumnya, mereka
selalu berangkat sekolah bersama. Berangkat menggunakan motor Reno
bersama.Sejak kepergian Reno tujuh hari yang lalu, sejak itulah Putri kehilangan sebagian dari nafasnya., sebagian dari semangatnya. Dia telah membawa semua rasa cinta yang Putri miliki. Kini Putri tak punya cinta lagi. Rasa cintanya telah terkubur bersama jasadnya disana. Putri tak akan pernah bisa mencntai yang lain selain Reno. Putri merasa hidupnya tak ada gunanya lagi. Dia ingin ikut bersama Reno kesana. Kesurga sana…
Disekolah tidak ada yang berbeda pada hari itu. Hanya saja Reno memberi Putri sebatang coklat yang katanya merayakan anniversary hubungan mereka. Sepulang sekolah, Reno mengantar Putri lagi untuk pulang kerumah. Dia memang kekasih idaman siapa saja. Seseorang yang friendly, easy going dengan siapa saja,pintar, taat beribadah, dan perhatian dengan orang yang disayanginya. Walau kadang perhatiannya tak terlihat, tersembunyi dibalik dirinya yang slalu membuat semuanya jadi bahan candaan, tapi Putri dapat merasakan ada perhatian dan kasih sayang dibalik itu semua. Dialah Reno, kekasih abadi Putri.
Putri merasakan setiap rasa yang hadir pada saat itu. Pada saat mereka berada diatas motor pada siang itu. Rasanya Putri ingin terus seperti itu. Terus berjalan bersama kekasihnya. Merasakan sejuk angin yang terasa seperti salju ketika terik matahari siap membakar kulit. Tak seperti biasanya, saat mengendarai motor, Reno selalu mengungkapkan sayang kepeda Putri. Biasanya Reno hanya mengajak bercanda saja. Tapi Putri bahagia dengan itu semua. Serasa ingin selalu mendengar ungkapan itu, bathn Putri didalam hatinya.
Sesampainya dirumah, Reno menolak untuk diajak masuk. Mungkin karena teriknya mentari, dia ingin cepat-cepat pulang kerumah. Katanya dia ingin tidur. Putri mengerti. Terik-terik seperti hari itu, enaknya ada dikamar, menyalakan kipas angin, terus tidur. Putri melepas kepulangan Reno dengan melambaikan tangan dan senyum semanis mungkin untuk kekasihnya itu. Putri sudah berpesan pada Reno, kalau sudah tiba dirumah, bisa kirimkan sms, baru setelah itu tidur. Reno mengangguk meng-iya-kan.
Sudah dua jam Putri menunggu sms masuk keponselnya. Biasanya, dari rumah Putri kerumah Reno, hanya membutuhkan perjalanan selama 15 menit saja. Namun Putri tak mau berfikir yang buruk-buruk dulu. Mungkin dia sangat mengantuk dan langsung tertidur setelah sampai dirumah, sehingga tidak sempat mengirimkan sms padaku, bathin Putri.
Setelah 3 jam Putri menunggu, ada telfon masuk ke ponselnya. Dari nomor telfon rumah Reno. Tak seperti biasanya Reno menelfon pakai telfon rumah. Putrid sempat heran, tapi tetap mengangkat telfonnya. Mungkin saja Reno kehabisan pulsa di telfon selulernya piker Putri. Putri mendengar suara perempuan dari seberang sana. Ternyata dari mamanya Reno. Beliau menyuruh Putri untuk segera kerumah Reno sekarang juga. Putri sempat bertanya kenapa, tapi beliau tidak menjawab. Putri langsung menyetujui saja permintaan mamanya Reno. Mungkin saja penting.
Setibanya didepan rumah Reno, disitu pulalah persaan tak enak langsung menghinggapi pikran dan perasaan gadis itu. Sudah berkali-kali Putri coba untuk menepisnya, tapi tak kunjung hilang. Banyak orang diteras rumah Reno. Ada bendera hijau dihalaman rumahnya. Mungkin keluarga Reno ada yang meninggal, itulah yang terlintas dibenak Putri.
Putri melangkahkan kakinya dengan berat masuk kerumah Reno. Putri menemukan mamanya Reno sedang menangis disalah satu sudut rumah. Putri langsung menghampiri beliau, dan menanyakan apa yang terjadi. Beliau haanya menunjuk satu objek. Satu ruang yang tertutup kain-kain membentuk tirai. Kumasuki tirai itu. Disana ada sosok manusia yang tertutupi oleh sehelai kain putih. Putri mengira itu papanya Reno, tapi Reno kemana? Entahlah, Putri segera membuka kain yang menutupi wajah jasad itu. Putri menutup mulutnya, semuanya terputar seperti kaset yang rusak diotaknya. Reno baru saja mengantarkannya pulang. Dia baru saja mengatakan bahwa tidak akan meninggalkan Putri. Tangan dan kakinya bergetar hebat. Putri memaksakan untuk berdiri, menghampiri ibu Reno. Dia mengguncang-guncang bahu beliau, mengatakan bahwa Reno hanya tidur, Reno hanya tidur dan akan bangun sebentar lagi. Penglihatannya buram. Dunia terasa berputar. Pendengarannya hanya merasa ada Reno yang berbicara,”Aku tak akan meninggalkanmu sayang”. Hanya itu yang dapat Putri dengar. Dadanya terasa sesak, segalanya terjadi dengan sekejap. Janji yang terucap bahwa dia tak akan pernah meninggalkan, lalu janji yang teringkari karna dia telah meninggalkan. Semuanya senyap. Putri tak bisa merasakan apa-apa lagi.
Putri tersadar dalam selang waktu sekitar 15 menit, disampingnya sudah ada mamanya Reno dengan wajah sembab. Beliau mengatakan bahwa Putri ada dikamar Reno. Mama Reno menceritakan semuanya pada Putri. Reno kecelakaan ketika ingin pulang dari rumah Putri menuju rumahnya. Reno meninggal ditempat dalam sekejap tanpa sempat dapat pertolongan pertama dari rumah sakit. Putri hanya bisa diam, hanya air mata yang dapat menjelaskan semuanya. Bahwa hatinya sangat sakit dengan kejadian yang dialaminya itu. Dia ingin tak percaya, tapi pada kenyataannya, itulah yang terjadi. Reno meninggalkan Putri. Dia tak akan menemani hari-hari Putri lagi. Saat itu Putri berfikir, apakah masih ada hari yang akan dia jalani tanpa Reno?
Sejak saat itulah, sejak jasad Reno dimakamkan, semua rasa cinta, semangat, serta bahagia gadis itu terkubur bersama Reno. Putri merasa sekarang dia hanyalah jasad manusia yang kehilangan sebagian dari nafas hidupnya.
Setiap hari Putri selalu mengirimkan sms selamat pagi, selamat siang, selamat malam ke nomor telfon Reno. Tapi sama sekali tak ada balasan dari nomor itu. Putri hanya dapat melihat Reno tersenyum menatapnya saat Putri tengah dalam keterlelapannya. Namun dalam alam sadar Putri, Reno kini tlah enggan menampakkan senyum itu.
Reno benar, ternyata dia sangat mengantuk kala itu. Hingga dia menolak untuk diajak masuk kerumah Putri. Dia memang tertidur selepas meninggalkan rumah Putri, kekasihnya. Tidur untuk selamanya. Beristirahat dalam waktu yang lama. Reno pun benar. Dia tidak akan pernah meninggalkan Putri, dia akan selalu menepati janji itu. Dia tak akan membiarkan Putri terjaga ditengah keterlelapan kekasihnya. Hadir dalam setiap hari didunia mimpi Putri. Dia hanya meningglkan Putri dialam yang fana ini. Tapi dia tak akan pernah meninggalkan hati Putri. Dia kekal dihati Putri untuk selamanya. Putri beranjak dari balkon rumahnya, Putri merasa rindu dengan kekasihnya, Reno. Putri ingin menemui Reno dimimpinya. Sampai bertemu Reno-ku, kekasih abadiku, bathin Putri seraya menyimpulkan senyum dibibirnya, Putri bersiap untuk terbang kealam mimpinya.
THE END
Diilhami dari kisah nyata.
rasa prnah mndengar nc ksah nyata.a -_-
BalasHapuskisah nyata dari orang Gambut
BalasHapus